INCO - PT. Vale Indonesia Tbk

Rp 4.400

+90 (+2,11%)

JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menandatangani perjanjian kerja sama definitif dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. (Huayou) dan PT Huali Nickel Indonesia (Huali), untuk pembangunan fasilitas pengolahan nikel (smelter) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Fasilitas smelter tersebut akan menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL). Nantinya smeter tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 60 ribu ton nikel dan 5.000 ton kobalt per tahun, dalam bentuk produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Febriany Eddy, CEO INCO, mengatakan kerja sama ini sejalan dengan visi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik domestik. “Sekaligus menjadikan PT Vale sebagai kontributor utama dalam menjawab tantangan dikarbonasi dunia,” ungkap Eddy, dalam keterangan resminya.

Sementara itu Desnee Naidoo, Presiden Komisaris INCO, mengatakan perjanjian dengan Huayou dan Huali merupakan pencapaian strategis yang diraih oleh perseroan. “Sebagai bagian dari pelaksanaan program investasi kami senilai 8,6 juta dolar AS di Indonesia,” kata Naidoo.

Sebagai catatan, proyek smelter HPAL tersebut akan mulai memasuki tahap konstruksi setelah memperoleh izin yang dibutuhkan. (KR)