PGAS - PT. Perusahaan Gas Negara Tbk

Rp 1.420

-20 (-1,39%)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) beli kembali senilai US$ 53,44 juta  Surat Utang 2014. Surat Utang itu tersisa US$ 396,70 juta yang akan jatuh tempo pada Mei 2024.

Dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (26/9), Rachmat Utama, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menyampaikan perusahaan membeli kembali Surat Utang dengan skema open market purchase pada pekan lalu (22/9). "Penggunaan kas internal untuk pembayaran kembali Surat Utang tidak berdampak pada likuiditas perusahaan," katanya.

Pada 16 Mei 2014, PGAS menerbitkan Surat Utang senilai US$ 1,35 miliar dengan jangka waktu 10 tahun. Pada 15 Desember 2022, emiten ini melakukan pembayaran sebagian Surat Utang senilai US$ 400 juta dan pembatalan sebagian Surat Utang sejumlah US$ 499,85 juta pada 31 Mei 2023.

Per semester I 2023, PGAS mencatatkan ekuitas US$ 3,35 miliar, naik dari Desember 2022 sebesar US$ 3,44 miliar. Total liabilitas dan ekuitas US$ 6,93 miliar, lebih rendah dari Desember 2022 sebesar US$ 7,19 miliar.

Laba emiten ini melandai menjadi US$ 199,15 juta dari sebelumnya US$ 278,34 miliar. Penurunan ini dipengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan di saat pendapatan naik tipis menjadi US$ 1,78 miliar dari US$ 1,74 miliar. (LK)