DSNG - PT. Dharma Satya Nusantara Tbk

Rp 505

+5 (+0,99%)

JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp504,34 miliar pada Januari-September (9M) 2023, turun 43,8% secara year-on-year (yoy) atau dari periode yang sama tahun lalu.

Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG, mengatakan penurunan tersebut dipicu oleh kenaikan biaya pokok penjualan perseroan, yang meningkat hingga 11% yoy menjadi Rp4,9 triliun pada 9M 2023. Biaya pokok penjualan perseroan pada periode yang sama tahun lalu hanya sebesar Rp4,44 triliun.

“Belum berakhirnya perang Rusia dan Ukraina menyebabkan harga pupuk masih berfluktuasi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, cost of sales meningkat 11%,” kata Oetomo, lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di sisi lain, pendapatan DSNG untuk produk kayu juga turun 33% yoy menjadi Rp800 miliar. Penurunan penjualan untuk produk kayu disebabkan oleh tingginya suku bunga di sejumlah negara ekspor perseroan seperti Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Jepang.

Sementara itu kinerja pendapatan DSNG secara konsolidasian tercatat naik 7% yoy nebhadu Rp6,6 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 7,5% yoy, serta kenaikan harga rata-rata penjualan (Average Selling Price/ASP) perseroan. (KR)