KLBF - PT. Kalbe Farma Tbk

Rp 1.480

-20 (-0,67%)

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mendapatkan penghargaan the Best CEO in Pharmaceuticals pada malam penganugerahan TOP CEO Awards 2023 di Bali Jumat lalu (1/12). Vidjongtius, CEO Kalbe Farma, menerima titel bergengsi tersebut berkat kinerja cepat tanggapnya dalam menghadapi pandemi COVID-19, yang membuat perusahaan mampu menghadapi krisis global tersebut.

Vidjongtius mulai menjabat sebagai CEO Kalbe Farma sejak tahun 2017 setelah berkarir panjang di Grup Kalbe Farma sejak tahun 1990. Dengan pengalamannya yang teruji, beliau mampu memahami kondisi industri farmasi Indonesia dan memanfaatkan kemampuannya untuk membimbing Kalbe Farma bertahan dan bertumbuh di saat pandemi COVID-19 menyerang lewat strategi bisnis terukurnya.

“Strategi saat itu, lebih kepada strategi mempercepat supply chain, dikombinasikan dengan strategi inovasi mencari produk atau obat yang secepat-cepatnya bisa membantu menyelesaikan masalah COVID ini,” ungkap Vidjongtius saat duduk bersama IDNFinancials untuk wawancara eksklusif beberapa waktu lalu terkait dengan nominasi TOP CEO Awards 2023.

Terkait kemungkinan krisis serupa di masa depan, Vidjongtius tampak jeli dalam melihat permasalahan ketergantungan impor bahan baku obat-obatan di Indonesia. “Langkah yang paling feasible saat ini adalah memperluas atau memperlebar kerja sama supply dari negara-negara produsen, sebelum kita masuk ke fase kedua untuk menyiapkan fasilitas produksi di lokal,” jelasnya lebih lanjut.

Beliau juga mengungkapkan bahwa Kalbe Farma telah memulai produksi obat berbasis produk biologi pada tahun 2018. “5 atau 10 tahun ke depan, kami sudah punya rencana untuk membangun fasilitas baru lagi untuk, kembali lagi, mengurangi ketergantungan impor bahan maupun barang jadi di masa depan,” tambahnya.

Vidjongtius menargetkan bahwa dalam 5-10 tahun ke depan, tingkat komponen impor dalam obat-obatan Kalbe Farma dapat turun menjadi 75%-80% dari 90% yang tercatat saat ini.

Tidak hanya itu, Kalbe Farma, di bawah pimpinannya, juga mulai menerapkan prinsip-prinsip ESG yang sesuai dengan industri farmasi dan kesehatan. Kalbe Farma juga menjadi salah satu produsen obat terbesar bagi para pengguna BPJS Kesehatan.

Selain pencapaian operasional KLBF, perusahaan ini juga mencatatkan kinerja keuangan yang konsisten bertumbuh dalam 5 tahun terakhir, dengan lonjakan terbesar tercatat pada tahun 2021. Hingga akhir 2022, perseroan masih meneruskan tren positifnya,mencatatkan penjualan sebesar Rp28,9 triliun dan laba bersih Rp3,45 triliun. Berkat strategi dan pencapaian Kalbe Farma tersebut, Vidjongtius disebut layak disematkan titel the Best CEO in Pharmaceuticals oleh Tempo-IDNFinancials.

TOP CEO Awards 2023 adalah bentuk kolaborasi kedua antara Tempo.co dan IDNFinancials, melanjutkan kesuksesan peluncuran Indeks52 pada Juni lalu. Penghargaan ini diberikan kepada 43 CEO emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dianggap sukses membawa perusahaannya melewati masa krisis dengan tidak melupakan komitmen prinsip-prinsip ESG. (ZH)