PTPP - PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

Rp 310

-18 (-5,00%)

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), BUMN konstruksi, mengungkapkan alasan di balik lemahnya laba terlepas dari keyakinannya pada kinerja pendapatan. Perusahaan memproyeksikan kenaikan pendapatan 14,11% year-on-year (yoy) menjadi Rp21,6 triliun pada akhir tahun ini.

Namun, berdasarkan Paparan Publik Tahunan PTPP 2023 yang digelar secara virtual hari ini (20/12), PTPP melaporkan penyusutan pendapatan sebesar 9,18% yoy di akhir Q3 2023. Oleh karena itu, PTPP melihat tergelincirnya laba bersih hingga 14,5% yoy pada akhir kuartal-III 2023.

“Pada Q3 2023, banyak entitas anak yang merugi. Market dan penjualan PT PP Properti Tbk (PPRO) belum tumbuh membaik, dan masih ada beban bunga,” ungkap Agus Purbianto, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP.

Lebih lanjut, PT PP Energi juga dibebani oleh beban bunga; bahkan operasi pada satu area telah diberhentikan untuk mengurangi laju rugi.

Terakhir, Tol Semarang-Demak Seksi I, yaitu bagian yang akan tersambung dengan tol Transjawa dan menghasilkan pendapatan, belum beroperasi. Hal ini menimbulkan kerugian lain.

“Laba perusahaan induk cukup baik. Namun, kerugian pada entitas-entitas anak kami menggerus laba konsolidasi kami,” aku Purbianto.

“Kami telah melangsungkan restrukturisasi untuk membantu entitas anak kami,” tambah Purbianto. Ia juga mengatakan bahwa sekarang, PTPP akan berfokus pada proyek-proyek yang sedang berlangsung, yang sejalan dengan strategi perseroan untuk memperkuat core business kami.

Pada tahun 2024, PTPP akan mengerjakan beberapa Proyek Strategis Nasional, termasuk Bendungan Dam di Trenggalek, Jawa Timur, dan Bendungan Manikin di NTT.

“Kami juga memproyeksikan penyelesaian dan produksi besar Tol Bayung-Lencir-Tempino dan Tol Probowangi pada tahun 2024,” tambah Yul Ari Pramuraharjo, Direktur Operasional Bidang Infrastruktur. (ZH)