BBKP - PT. Bank KB Bukopin Tbk

Rp 74

-1 (-1,33%)

JAKARTA - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), bank swasta yang kini tergabung dalam KB Financial Group dari Korea, menargetkan kredit baru tumbuh 15% pada tahun 2024, yang akan didorong oleh segmen wholesale dan ekosistem bisnis Korea.

Shin Seng Hyup, Direktur Keuangan BBKP, mengungkapkan bahwa hingga akhir Q3 2023, bank telah menyalurkan kredit hingga Rp43,96 triliun. "Secara umum, kredit bertumbuh 13,6% yoy pada akhir Q3 2023," ungkapnya lebih lanjut.

Dari jumlah kredit tersalurkan tersebut, hampir setengahnya, 46,6% atau Rp20,48 triliun, didominasi oleh segmen wholesale. "Segmen ini tumbuh 12,9% year-on-year (yoy)," tambah Shin dalam bahasa Korea.

Berdasarkan penjelasan jajaran direksi pada Paparan Publik Tahunan Bank KB Bukopin 2023 hari ini (22/12), bank disebut tengah berada dalam tahap terakhir dari proses transformasi bisnis pascaakuisisi oleh KB Kookmin Bank asal Korea Selatan pada tahun 2021.

"Dari kredit yang disalurkan sejak 2021, NPL kami kini hanya 0,50%," klaim Shin. BBKP memang mencatatkan NPL yang masih cukup tinggi, yaitu 4,86%.

Beberapa usaha juga telah dilakukan BBKP untuk mengurangi kredit berisiko dengan penjualan besar-besaran, yang sudah berlangsung selama tahun 2022-2023.

"Hasil recovery aset kami mencapai Rp10 triliun. Maka, loan-at-risk (LAR) kami juga turun 23% yoy menjadi 43,96%," lanjut Shin.

Lalu, untuk dana pihak ketiga (DPK), BBKP menargetkan pertumbuhan hingga 10% di tahun 2024. "Kami juga menargetkan untuk NIM mencapai 1,5% tahun depan, sehingga PPOP kami berubah menjadi positif," tambah Robby Mondong, Wakil Direktur Utama BBKP.

Ke depannya, BBKP dilaporkan akan mengandalkan segmen wholesale dan ekosistem Korean Link Business di bawah KB Financial Group, diikuti oleh UMKM dan retail. (ZH)