BBCA - PT. Bank Central Asia Tbk

Rp 9.425

+50 (+0,53%)

JAKARTA - Pertumbuhan laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melambat tahun 2023 dari tahun 2022, meskipun pendapatan bersih naik konsisten dari tahun ke tahun. Dalam tiga tahun sejak 2020, persentase pertumbuhan laba emiten ini naik lebih tinggi di tahun 2022, dibandingkan pertumbuhan laba di tahun 2023 atau tahun 2021.
 
Data yang dihimpun IDN Financials pada Jumat (26/1), laba BCA tahun 2023 naik 19,39% menjadi Rp 48,65 triliun dari laba tahun 2022 sebesar Rp 40,75 triliun. Laba emiten ini di tahun 2022 tumbuh 26,62% dari laba tahun 2021 sebesar Rp 31,44 triliun. Dan, laba tahun 2021 naik 15,81% dari laba tahun 2020 sebesar Rp 27,14 triliun.

Melambatnya pertumbuhan persentase laba ini salah satunya dipengaruhi kenaikan jumlah beban operasional. Tahun 2023, jumlah beban operasional BCA tercatat Rp 37,50 triliun, naik Rp 5 triliun (15,45%) dari tahun 2022 sebesar Rp 32,48 triliun. Kenaikan jumlah beban operasional tahun 2022 lebih sedikit atau Rp 2 triliun (7,17%) dari jumlah beban operasional di tahun 2021 sebesar Rp 30,30 triliun, dan naik Rp 1,2 triliun (1,1%) dari jumlah beban operasional tahun 2021 sebesar Rp 29,96 triliun.

Di sisi lain, pendapatan BCA tahun 2023 naik 17,40% menjadi Rp 75,12 triliun dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 63,98 triliun. Pendapatan tahun 2022 naik 13,90% dari pendapatan tahun 2021 sebanyak Rp 56,13 triliun, dan tumbuh 3,64% dari pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 54,16 triliun. (LK)