HRUM - PT. Harum Energy Tbk

Rp 1.330

-35 (-3,00%)

JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM), emiten tambang batu bara milik konglomerat Kiki Barki, telah mengakuisisi saham perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel PT Westrong Metal Industry (WMI).

Ray A. Gunara, Direktur Utama HRUM, mengatakan akuisisi WMI dilakukan melalui anak usaha perseroan yaitu PT Harum Nickel Industry (HNI). Jumlah saham WMI yang diakuisisi yaitu sebanyak 1.214.000 lembar atau mewakili 60,7% saham.

Seluruh saham tersebut diambil alih WMI dari Prime Investment Capital Limited (PICL) dan Walsin Singapore Pte. Ltd (WS). Nilai akuisisi saham yang disepakati adalah sebesar US$215,22 juta.

Sebagai catatan, WMI saat ini memiliki dan mengoperasikan smelter nikel yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara. Smelter yang dimiliki terdiri atas 4 lini rotary klin electric furnace, serta dilengkapi dengan prasarana pendukung dan fasilitas konverter. Kapasitas produksi tahunan dari smelter yang diakuisisi yaitu sekitar 56 ribu ton nikel.

“Saat ini proyek WMI sedang dalam tahap akhir konstruksi dan ditargetkan untuk dapat memulai operasi komersial pada kuartal kedua tahun 2024,” jelas Gunara, dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, HNI telah mengakuisisi 20% saham WMI pada April 2022. Dengan demikian, jumlah saham HNI yang dikuasai oleh HRUM melalui WNI meningkat jadi 80,7% saham. Sisanya sebanyak 19,3% saham dimiliki oleh PICL.

“Transaksi tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk terus meningkatkan diversifikasi usaha melalui investasi di sektor nikel,” ungkap Gunara. (KR)