BBYB - PT. Bank Neo Commerce Tbk

Rp 278

+46 (+20,00%)

JAKARTA - Walau telah membukukan pertumbuhan 100% pada pendapatannya, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) masih gagal mencetak laba di akhir Desember 2023 dan harus puas dengan rugi Rp573 miliar.

Meskipun demikian, rugi bersih BBYB memang terlihat membaik jika dibandingkan dengan rugi yang tercatat pada tahun 2022 sebesar Rp789,06 miliar, atau meningkat 27,36% year-on-year (yoy).

Pencapaian ini didukung oleh pendapatan bunga bersih per Desember 2023 yang bertumbuh dua kali lipat dari pendapatan tahun 2022. Pada tahun 2023, BBYB sukses membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,9 triliun, naik 100,36% yoy dari Rp1,45 triliun pada 2022.

Padahal, kredit BBYB hanya bertumbuh tipis 5,26% yoy pada akhir Desember 2023, menjadi Rp10,78 triliun dari Rp10,24 triliun yang dibukukan pada tahun 2022.

Pada tahun 2023, kredit konsumsi masih menjadi segmen yang mendominasi pinjaman BBYB, dengan kredit mencapai Rp8,81 triliun, bertumbuh dari Rp8,2 triliun pada tahun 2022. Kemudian, kredit modal kerja menyusul dengan total kredit sebesar Rp1,73 triliun, turun dari Rp1,96 triliun.

Untungnya, kualitas kredit BBYB menunjukkan perbaikan pada akhir tahun lalu. Walaupun NPL gross naik menjadi 3,73% dari 2,56%, NPL net turun signifikan dari 2,05% menjadi 0,95%.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya di IDNFinancials, Bank Neo Commerce optimis dapat membukukan laba di tahun 2024 lewat pertumbuhan kredit yang pesat.

“Untuk tahun 2024, kami menargetkan pertumbuhan kredit 20%-25%, didorong oleh diversifikasi kredit kami,” ungkap Aditya Wahyu Windarwo, Pjs. Direktur Utama BBYB, saat ditemui di Public Expose Desember lalu. (ZH)