Rupiah melemah 1,84% dekati level terendah sepanjang sejarah
AKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak di pasar spot melemah hingga 1,84% ke level Rp16.860 pada pembukaan perdagangan hari ini.
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan nilai tukar rupiah saat krisis keuangan global pada 2008-2009 yang berada di level terendah Rp16.664/US$, serta mendekati posisi saat krisis 1998 yang menyentuh level Rp16.950/US$.
Sebelumnya, di pasar off shore non deliverable forward (NDF), nilai tukar rupiah telah menembus Rp17.200/US$ pada Senin (7/4) kemarin.
Sejumlah bank bank Indonesia juga telah menjual dolar AS di atas harga Rp17.000/US$. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) terpantau mematok harga Rp17.083/US$ untuk bank notes per Selasa (8/4) pagi hari ini.
Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memasang harga jual Rp16.995/US$, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp16.944/US$, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp16.800/US$. (KR)