SEOUL – Pasar saham Korea Selatan melonjak tajam pada Jumat (31/7), dipimpin oleh reli saham teknologi setelah optimisme terhadap investasi kecerdasan buatan (AI) kembali menguat dan aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari terakhir mulai mereda.

Seperti dikutip Bloomberg, Indeks acuan KOSPI melonjak hingga 15%, mencatat kenaikan harian terbesar dalam sejarah dan mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan.

Saham SK Hynix melesat hingga 28%, rekor tertinggi, setelah Chairman SK Group Chey Tae-won melakukan pembelian langsung saham perusahaan untuk pertama kalinya. 

Sementara itu, saham Samsung Electronics melonjak hingga 26%.

Reli tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif, mulai dari dukungan regulasi di Korea Selatan hingga optimisme terhadap belanja AI perusahaan teknologi global.

Sebelumnya, Kospi anjlok 17% dalam tiga sesi perdagangan akibat kekhawatiran terhadap tingginya utang perusahaan teknologi global serta ancaman persaingan dari China.

Pelemahan diperparah oleh aksi likuidasi posisi berleverage, meski Samsung dan SK Hynix membukukan kinerja keuangan yang solid.

"Reli hari ini tampak sebagai relief rally, tetapi didukung oleh fundamental yang membaik, bukan sekadar aksi beli saat harga murah. Setelah volatilitas yang ekstrem, kami melihat ini sebagai sinyal awal pemulihan," ujar CEO Fibonacci Asset Management Global, Jung In Yun.

Sentimen positif juga datang dari Amerika Serikat setelah Microsoft mempertahankan rencana belanja AI yang besar. 

Setelah penutupan perdagangan, Amazon turut memperkuat optimisme pasar dengan melaporkan penjualan layanan cloud yang kuat dan rencana meningkatkan investasi AI.

Di sisi lain, laporan bahwa Citadel membeli sebagian besar saham AI yang sebelumnya dilepas hedge fund Situational Awareness turut meredakan kekhawatiran investor. 

Hedge fund tersebut sebelumnya melakukan likuidasi setelah mengalami kerugian dan memiliki eksposur besar terhadap saham Asia, termasuk SK Hynix.

Investor domestik juga menyambut positif pembelian 3.620 saham SK Hynix senilai sekitar 4,8 miliar won (sekitar US$3,2 juta) oleh Chey Tae-won. 

Langkah itu dipandang sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Mulai Jumat, otoritas Korea Selatan juga memberlakukan persyaratan dana jaminan (margin) yang lebih tinggi untuk ETF berleverage guna meredam gejolak pasar. 

Selain itu, pemerintah mengumumkan rencana menyuntikkan sekitar US$13,9 miliar ke dana kekayaan negara untuk investasi strategis di sektor AI.

"Koreksi tajam saham teknologi AI yang dipicu oleh deleveraging, pengurangan eksposur portofolio, likuidasi posisi, dan tekanan likuiditas lainnya tampaknya mulai stabil," kata Shawn Oh, Kepala Perdagangan Saham Korea di NH Investment & Securities. (DK)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google