JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten migas milik Hapsoro, mengumumkan rencana penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau Private Placement.

Rencana itu disampaikan menjelang rilis laporan keuangan semester pertama RATU, yang menunjukkan kinerja positif.

Menurut laporan keuangan yang disampaikan, RATU mencatat lonjakan laba bersih 92,25% secara tahunan menjadi US$14,55 juta di semester pertama 2026. Lonjakan ini sejalan dengan kinerja pendapatan bersih RATU, yang meningkat 1,97% menjadi US$25,64 juta.

Selain itu RATU juga mencatat keuntungan signifikan dari selisih kurs yang mencapai US$1,83 juta, keuntungan pembelian bersih US$3,91 juta, dan bagian laba entitas asosiasi US$3,83 juta.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/7), RATU berencana menerbitkan 271,5 juta lembar saham baru dalam private placement kali ini. Jumlah ini setara 10% dari total saham perseroan.

Manajemen RATU belum mengumumkan harga pelaksanaan saham baru yang akan diterbitkan. Namun mengacu asumsi harga saham RATU pada Kamis (30/7) di Rp5.000 per lembar, perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp1,35 triliun dari aksi korporasi ini.

“Belum terdapat calon investor yang menyatakan niatnya atas saham baru yang diterbitkan melalui PMTHMETD perseroan,” jelas Manajemen RATU.

Manajemen RATU akan meminta persetujuan kepada pemegang saham, dalam rapat yang dijadwalkan pada 8 September 2026 mendatang, atas rencana private placement ini.

Melalui aksi korporasi ini, RATU akan mengalokasikan sebagian dana untuk modal kerja hingga pengembangan kegiatan usaha. Termasuk di dalamnya pendaan belanja modal, pembelian saham, aset, pinjaman, serta transaksi lain yang dianggap sesuai.

Namun perlu diketahui, rencana aksi korporasi ini berpotensi membuat porsi saham investor lama RATU terdilusi hingga 9,09%.

Mayoritas saham RATU saat ini berada di bawah kendali PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dengan kendali 68,68%. Sedangkan porsi saham investor publik tercatat 31,32%. (KR)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google