Potensi IHSG naik dekati 6.400 jelang rilis data ekonomi
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menanti katalis positif dari sejumlah rilis data ekonomi, yang disampaikan awal Agustus 2026.
Indeks sebelumnya ditutup menguat 0,8% atau hampir 50 poin ke 6.236,13 pada perdagangan Jumat (31/7), membuat total kenaikan bulanan jadi 10,51% setelah konsisten turun di semester pertama 2026.
Analis Phintraco Sekuritas menilai investor pada pekan ini akan mencermati data Manufacturing PMI, neraca perdagangan, serta perkembangan inflasi di Indonesia. Sementara penurunan harga BBM nonsubsidi mulai awal Agustus 2026, disebut jadi tambahan sentimen positif bagi pasar.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Selain itu, analis Phintraco menambahkan bahwa investor juga akan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berdampak langsung pada harga minyak mentah.
Sementara itu analis BRI Danareksa Sekuritas menekankan investor akan mencermati rilis laporan keuangan emiten untuk semester I 2026, selain rilis data ekonomi domestik.
Secara historis, analis BRI Danareksa menilai IHSG pada Agustus cenderung menguat, dengan probabilitas penguatan sekitar 90% dalam 10 tahun terakhir.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas support 6.180–6.200, dengan target menguji resistance 6.300–6.380,” jelas analis BRI Danareksa, dalam riset yang disampaikan awal pekan ini.
“Momentum bullish masih terjaga, meski volatilitas diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi utama pekan ini,” imbuhnya.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah kembali dibuka melemah pada pembukaan sesi Asia pekan ini. Harga minyak mentah jenis WTI turun 4,78% ke US$80,62 per barel, sedangkan harga minyak Brent turun 4,59% ke US$83,89 per barel.
Indeks dolar AS (DXY) dibuka melemah 0,40% ke 99,51. (KR)