SMRA - PT. Summarecon Agung Tbk

Rp 316

-10 (-3,00%)

JAKARTA - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan laba bersih sebesar Rp332,39 miliar pada semester I 2026, turun 34% dibandingkan Rp503,51 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan SMRA tercatat Rp4,25 triliun, turun 7,2% dari Rp4,58 triliun pada semester I 2025.

Segmen pengembangan properti masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp2,56 triliun, turun 13,9% dibandingkan Rp2,97 triliun.

Penjualan rumah menjadi penyumbang utama sebesar Rp1,89 triliun, diikuti bangunan komersial Rp399,07 miliar, kavling Rp163,02 miliar, apartemen Rp72,10 miliar, pergudangan Rp21,21 miliar, perkantoran Rp8,86 miliar, serta pendapatan lainnya Rp163,08 miliar.

Di sisi lain, segmen properti investasi mencatatkan pertumbuhan pendapatan 4,1% menjadi Rp1,20 triliun dari Rp1,15 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari pusat perbelanjaan atau mal dan ritel sebesar Rp1,09 triliun, disusul perkantoran Rp122,28 miliar, komersial dan lainnya Rp63,72 miliar, serta hunian Rp95,40 juta.

Sementara itu, pendapatan dari segmen lain-lain meningkat 7,8% menjadi Rp493,68 miliar dari Rp457,69 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari hotel sebesar Rp220,39 miliar, pengelolaan properti dan estat Rp218,57 miliar, rekreasi Rp29,21 miliar, serta lini usaha lainnya Rp12,12 miliar.

Secara probabilitas, beban pokok penjualan dan beban langsung menjadi Rp2,12 triliun, turun 7% dibandingkan Rp2,28 triliun pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset SMRA mencapai Rp41,30 triliun per 30 Juni 2026, meningkat 7,7% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp38,34 triliun.

Total liabilitas meningkat 11,5% menjadi Rp24,91 triliun dari Rp22,34 triliun pada akhir 2025.

Sementara itu, total ekuitas naik 2,4% menjadi Rp16,39 triliun dari Rp16,00 triliun pada akhir tahun lalu. (DH)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google