CHICAGO — Boeing 777X membawa sejumlah perubahan besar pada desain kabin yang diklaim mampu meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus efisiensi operasional maskapai. Berbagai pembaruan tersebut mulai dari jendela yang lebih besar, ruang kabin yang lebih lega, hingga teknologi untuk mengurangi kelelahan selama penerbangan jarak jauh.

Dikutip dari Simple Flying, Boeing 777X akan menjadi pesawat bermesin ganda terbesar di dunia. Sayap berukuran besar dan mesin GE9X generasi terbaru membuat konsumsi bahan bakarnya lebih efisien dibandingkan pendahulunya. Di saat yang sama, Boeing merombak desain kabin agar terasa lebih lapang dan nyaman dibandingkan seluruh keluarga Boeing 777 sebelumnya.

Desain kabin Boeing 777X mengadopsi banyak elemen dari 787 Dreamliner. Kabin dilengkapi pencahayaan LED adaptif, ruang kabin yang lebih terbuka, serta kompartemen bagasi atas dengan desain baru. Meski tampil lebih ramping, kompartemen tersebut justru mampu menampung lebih banyak barang bawaan.

Perubahan paling mencolok terlihat pada jendelanya. Boeing memperbesar ukuran jendela sekaligus menempatkannya lebih tinggi di badan pesawat. Menurut Boeing, belum pernah ada pesawat yang mengalami perubahan desain jendela sebesar ini meski masih menggunakan platform dasar yang sama.

Boeing juga meningkatkan kenyamanan kabin dengan menurunkan tekanan kabin dan meningkatkan tingkat kelembapan udara. Kombinasi tersebut diharapkan dapat mengurangi rasa lelah selama penerbangan jarak jauh sekaligus membuat kondisi kabin tetap terasa segar.

Lebar kabin Boeing 777X bertambah sekitar empat inci dibandingkan Boeing 777 generasi sebelumnya. Ruang tambahan tersebut diperoleh melalui penggunaan material baru yang membuat dinding kabin lebih tipis, serta perubahan bentuk interior dari cembung menjadi cekung.

Desain tersebut membuat ruang kabin terasa lebih luas tanpa mengubah dimensi luar pesawat.

Konsep yang sama diterapkan pada kompartemen bagasi atas. Desain tersebut sebelumnya telah digunakan pada 787 Dreamliner dan terbukti membuat kabin terasa lebih lapang. Pada Boeing 777X, ruang tambahan itu memungkinkan konfigurasi 10 kursi per baris di kelas ekonomi dengan lebar kursi tetap mencapai 18 inci.

Sementara itu, setiap suite kelas satu akan dilengkapi dengan tiga jendela berukuran ekstra besar.

Ukuran jendela Boeing 777X juga 29% lebih besar dibandingkan Airbus A350 dan 17% lebih besar dibandingkan Boeing 777 generasi sebelumnya.

Maskapai dapat memilih jendela dengan fitur peredupan elektronik maupun tirai konvensional. Di sisi lain, kompartemen bagasi dirancang untuk memudahkan penumpang menyimpan koper secara menyamping dan membutuhkan tenaga sekitar 40% lebih kecil saat ditutup.

Selain desain yang lebih lega, Boeing juga meningkatkan kualitas lingkungan di dalam kabin. Tekanan kabin diturunkan hingga setara ketinggian 6.000 kaki, lebih rendah dibandingkan standar sekitar 8.000 kaki pada sebagian besar pesawat komersial saat ini. Langkah tersebut diharapkan membantu mengurangi efek kelelahan selama penerbangan lintas benua maupun lintas samudra.

Tingkat kelembapan udara di dalam kabin juga ditingkatkan hingga sekitar dua kali lipat dibandingkan model Boeing sebelumnya. Teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada 787 Dreamliner itu diklaim membuat perjalanan lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi dampak jet lag setelah penerbangan panjang.

Fitur Unggulan

Boeing 777X juga dirancang untuk membantu maskapai menekan biaya operasional. Salah satu caranya melalui penggunaan folding wingtips atau ujung sayap yang dapat dilipat.

Desain tersebut memungkinkan bentang sayap lebih lebar saat terbang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika, tetapi tetap dapat dilipat saat berada di darat agar pesawat kompatibel dengan infrastruktur bandara yang ada.

Selain itu, Boeing membekali 777X dengan layar kokpit berukuran lebih besar dan sistem avionik terbaru. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional pilot sekaligus menyederhanakan pengoperasian pesawat.

Fleksibilitas juga menjadi salah satu keunggulan 777X. Boeing memungkinkan maskapai mengatur konfigurasi kabin sesuai kebutuhan, mulai dari kelas ekonomi hingga kelas premium. Desain interiornya juga memudahkan maskapai melakukan penyesuaian tata letak tanpa mengubah struktur utama kabin.

Meski menawarkan berbagai pembaruan, perjalanan pengembangan Boeing 777X tidak berjalan mulus.

Program tersebut beberapa kali mengalami penundaan akibat proses sertifikasi, pandemi Covid-19, serta sejumlah kendala teknis yang harus diselesaikan sebelum pesawat dapat memasuki layanan komersial.

Boeing menargetkan 777X menjadi standar baru untuk penerbangan jarak jauh. Dengan menggabungkan efisiensi operasional, teknologi terbaru, dan peningkatan kenyamanan kabin, pesawat tersebut diharapkan mampu mempertahankan daya saing Boeing di segmen pesawat berbadan lebar dalam beberapa dekade mendatang. (ARF)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google