JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Selasa (4/8), setelah ditutup turun tipis 0,03% pada perdagangan awal pekan ini.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal telah menunjukkan indikasi reversal berdasarkan Stochastic RSI, yang berada di area pivot. Sementara histogram MACD tetap bertahan di area positif.

“Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Sentimen dari pasar domestik juga dinilai menjadi pendorong bagi pergerakan IHSG berikutnya. Mulai dari posisi defisit neraca dagang Indonesia yang kembali melandai, hingga penurunan harga BBM nonsubsidi.

Sementara itu riset dari MNC Sekuritas menilai IHSG sebelumnya turun tipis akibat tekanan jual di pasar saham, yang mencatatkan net foreign sell atau penjualan bersih dari investor asing sebesar Rp707,59 miliar di seluruh pasar.

Namun posisi IHSG dinilai tetap bertahan di atas level MA60, serta tetap berpeluang melanjutkan penguatan pada area 6.352-6.545.

“Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.122-6.180,” jelas Herditya Wicaksana, Head of Research MNC Sekuritas, dalam riset yang disampaikan.

Dari pasar global, sejumlah indeks saham Wall Street naik signifikan pada perdagangan awal pekan ini. Nasdaq Composite naik 2,13%, Dow Jones naik 1,32%, dan S&P 500 naik 1,48%.

Sementara itu pasar komoditas mencatat harga minyak mentah jenis WTI bertahan di US$80,71 dan Brent US$84,16 per barel, pada pembukaan sesi Asia. (KR)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google