PRDA - PT. Prodia Widyahusada Tbk

Rp 2.930

-20 (-0,68%)

JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), lewat anak perusahaannya, PT Prodia Digital Indonesia (PRDI), baru saja meluncurkan U by Prodia kemarin (7/3) sebagai tindak lanjut dari rencananya membangun ekosistem kesehatan digital.

Aplikasi ini memiliki beberapa fungsi, termasuk fitur kebanggaannya, health score, sebuah asesmen faktor risiko lima penyakit kronis, yang hasilnya dapat diolah menjadi rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi bagi tiap penggunanya. Personalised healthcare, atau layanan kesehatan yang dipersonalisasi, adalah sebuah konsep yang Prodia telah adopsi sejak beberapa tahun lalu. Gagasan ini kemudian akan disokong lebih baik dengan tes genetik/genomik.

Menurut Rudi Cahyadi, Direktur Prodia Digital Indonesia, ke depannya, PRDI akan melengkapi fitur-fitur U by Prodia dengan bantuan hasil tes genetik/genomik tersebut. Ketika dikombinasikan dengan aspek kesehatan lain, seperti nutrisi dan obat-obatan, maka PRDI akan mampu menawarkan rekomendasi dan layanan kesehatan yang lebih bervariasi dan lebih personal untuk tiap penggunanya.

U by Prodia diperkuat dengan database pengguna yang masif dan unik khas Indonesia, terdiri dari berbagai data kesehatan dari suku-suku di penjuru negeri, agar dapat menjadi referensi akurat bagi populasi sasarannya. “Kemudian, kelebihan kami juga terletak pada layanan tes laboratorium kami, terdiri dari banyak sekali jenis tes, yang kami tawarkan lewat aplikasi ini,” tambah Dewi Muliaty, Direktur Utama PRDA, saat ditemui di konferensi pers Peluncuran U by Prodia kemarin (7/3) di Menteng, Jakarta.

Muliaty juga mengakui bahwa ada pekerjaan rumah untuk Prodia dalam mengenalkan layanan digital ini kepada pelanggan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami harus lebih proaktif dalam memasarkan aplikasi ini dan penggunaannya,” ujarnya.

Ke depannya, Prodia dan PRDI tidak membatasi kemungkinan U by Prodia melebarkan sayap ke segmen B2B, terutama karena Prodia cukup dikenal dengan layanan B2B-nya. (ZH)