MCAS - PT. M Cash Integrasi Tbk

Rp 3.110

-100 (-3,22%)

JAKARTA – Penurunan signifikan pada laba PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) pada akhir semester I tahun 2023, mencapai 60% year-on-year (yoy), ternyata disebabkan bengkaknya biaya penjualan.

Rachel Stephanie M. Siagian, Direktur dan Sekretaris Perusahaan M Cash Integrasi, mengungkapkan bahwa penurunan laba ini terjadi karena meroketnya biaya pemasaran dan promosi, terutama untuk produk motor listriknya bermerek Volta.

“Kita melakukan banyak sekali market education dan sosialisasi untuk segmen energi bersih kami mengingat motor listrik merupakan sesuatu hal yang baru di masyarakat.” Jelas Siagian.

MCAS telah memulai bisnis energi bersih lewat produksi dan penjualan motor listrik Volta sejak November 2021. Volta Tipe 401 dirancang untuk para pengguna medan berat dan banyak digunakan oleh para ojek online dan driver ekspedisi logistik.

“Berdasarkan internal research kami, market share kami diperkirakan mencapai 20% hingga 30%,” tambah Siagian saat ditemui untuk wawancara eksklusif dengan IDNFinancials Rabu lalu (6/9).

Namun, dengan program insentif dan relaksasi dari pemerintah mengenai penggunaan motor listrik, manajemen perseroan optimis bahwa akan terjadi lonjakan permintaan motor listrik di masa depan.

“Jadi ini harusnya hanyalah short-term pinch untuk long-term gain,” ungkap Siagian.

Tidak hanya produknya, MCAS juga memperhatikan infrastruktur pendukung motor listrik, seperti stasiun Sistem Ganti Baterai (SGB). Menurut Siagian, hingga Juni 2023, perseroan telah mendirikan 300 stasiun penggantian baterai, 80%-90% di antaranya terpusat di Jabodetabek.

“Ke depannya, kita tentu akan terus ekspansi SGB, terutama di daerah di luar Jabodetabek, juga ekspansi dealership di seluruh Indonesia,” jelas Siagian.

Dengan belanja modal sekitar Rp200-300 miliar tahun ini, manajemen menargetkan untuk adanya peningkatan SGB hingga 500-600 titik hingga akhir tahun ini. “Dengan kata lain, kami akan mendirikan 200-300 titik tambahan tahun ini,” tutup Siagian. (ZH)