BBRI perluas akses kredit program perumahan dukung target 3 juta rumah
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam penyediaan perumahan rakyat melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target ambisius membangun 3 juta rumah.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan bertema “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” yang digelar di Regale International Convention Centre, Medan.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, serta Group CEO BRI Hery Gunardi.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BBRI, Hery Gunardi, menekankan bahwa sektor perumahan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menjelaskan bahwa BRI melalui KPP dan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), berkomitmen memperluas akses pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
“Program rumah subsidi ini memberikan manfaat besar, tidak hanya menyejahterakan masyarakat tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi. Ini merupakan bagian dari langkah strategis menuju visi Indonesia Emas 2045,” ungkap Hery, dalam siaran persnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait mengapresiasi peran aktif BRI dalam mendukung program pemerintah.
“BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga mitra masyarakat di lapangan. Pegawai BRI memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Ini bukti nyata komitmen BRI dalam mempercepat penyediaan hunian rakyat,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian juga menyoroti kontribusi sektor perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Program Tiga Juta Rumah menyumbang sekitar dua persen terhadap PDB nasional. Ini bukan hanya soal rumah, tapi juga menyangkut lapangan kerja dan penguatan sektor properti nasional,” jelas Tito.
BRI juga mencatat kinerja positif dalam penyaluran KPR FLPP. Hingga 7 September 2025, BRI berhasil menyalurkan 25.080 unit rumah subsidi atau 100% dari total kuota nasional, menjadikan BRI sebagai bank dengan penyerapan FLPP tertinggi di antara seluruh anggota Himbara.
“Tahun ini, kuota FLPP BRI meningkat signifikan, dari 17.000 unit pada 2024 menjadi 25.000 unit di 2025, tumbuh 47% year-on-year,” jelas Hery Gunardi.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program ini.
“Dari Medan, kita nyatakan semangat gotong royong nasional. Acara ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta, termasuk developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan pelaku UMKM. Ini adalah kunci untuk menurunkan backlog perumahan di Indonesia,” pungkasnya. (DK)