JARR - PT. Jhonlin Agro Raya Tbk

Rp 1.930

+30 (+2,00%)

JAKARTA – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) membukukan laba bersih sebesar Rp158,93 miliar pada semester I 2026, turun 0,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp160,39 miliar.

Pelemahan laba JARR terjadi seiring kinerja penjualan, yang turun 12,8% secara tahunan menjadi Rp1,50 triliun pada semester pertama 2026.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Jumat (31/7), terdapat perubahan penjualan JARR berdasarkan pelanggan.

Pada semester pertama tahun lalu, penjualan JARR mencapai Rp1,72 triliun. Sekitar 55% dari total penjualan kepada PT Pertamina Patra Niaga, kemudian 8% kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, 9% kepada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan 13% kepada perusahaan afiliasi.

Namun pada semester pertama 2026, Pertamina Patra Niaga hanya menyumbang 30% terhadap total penjualan JARR. Penjualan ke BPDP Kelapa Sawit mencapai turun menjadi 5% dan AKR turun menjadi 2%.

Sebagai gantinya, JARR mencatat 41% dari total penjualan berasal dari PT Jhonlin Energi Kalimantan dan 7% dari PT Andifa Perkasa Energi. Keduanya entitas yang terafiliasi dengan JARR, karena adanya kesamaan manajemen dan pemegang saham utama.

Berdasarkan data yang dihimpun IDNFinancials.com, Jhonlin Energi Kalimantan dan Andifa Perkasa muncul dalam daftar Badan Usaha Niaga Minyak Bumi, BBM, dan Hasil Olahan di Kementerian ESDM.

Keduanya terdaftar sebagai entitas yang menjalankan kegiatan usaha umum untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan komoditas tercatat berupa minyak solar CN48 yang juga menjadi bahan baku biodiesel.

Terlepas dari pergeseran komposisi pelanggan terbesarnya, JARR juga mencatat adanya lonjakan beban penjualan 12,19% di semester pertama 2026. Sementara beban umum dan administrasi, serta beban keuangannya juga naik masing-masing 42% dan 0,28%.

Hingga akhir Juni 2026, mayoritas saham JARR berada di bawah kendali H Samsudin Andi Arsyad. Pengusaha asal Kalimantan Selatan yang juga dikenal dengan nama Haji Isam ini, diketahui mengendalikan mayoritas saham lewat PT Eshan Agro Sentosa sebanyak 86,64% dan PT Jhonlin Agro Mandiri 0,05%.

Sementara itu investor publik secara agregat memiliki 13,25% saham JARR. (KR)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google