Tawaran Zijin China akuisisi Allied Gold Afrika US$3,9 miliar kolaps
TORONTO — Rencana akuisisi Allied Gold oleh Zijin Gold senilai C$5,5 miliar atau sekitar US$3,9 miliar resmi batal. Kedua perusahaan sepakat menghentikan transaksi karena syarat penyelesaiannya dinilai tidak mungkin dipenuhi pada tenggat waktu yang telah ditentukan
Dikutip dari AfricaBusinessInsider, Zijin tidak sepenuhnya membatalkan investasinya di Allied. Perusahaan tambang asal China itu tetap akan menanamkan modal sekitar US$295 juta atau C$417 juta untuk memperoleh 9,2% saham Allied melalui skema penempatan saham baru (private placement).
Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan bursa dan ditargetkan akan rampung pada 10 Agustus 2026.
Allied menyatakan dana hasil investasi akan digunakan untuk mendukung penyelesaian dan peningkatan kapasitas proyek Kurmuk di Ethiopia, ekspansi tambang Sadiola di Mali, peningkatan produksi di Pantai Gading, serta kegiatan eksplorasi.
Sebelumnya, Zijin sepakat untuk mengakuisisi Allied pada Januari 2026 dengan harga C$44 per saham. Kesepakatan tersebut akan memberikan kendali kepada Zijin atas portofolio tambang emas Allied di Mali, Pantai Gading, dan Ethiopia.
Kedua perusahaan kemudian memperpanjang batas waktu penyelesaian transaksi hingga 29 Juli 2026, sambil menunggu persetujuan dan pemenuhan syarat penyelesaian.
Namun, Allied menyatakan kedua perusahaan sepakat untuk menghentikan proses transaksi karena persyaratan yang tersisa tidak dapat dipenuhi.
Perusahaan juga menyebutkan bahwa pembatalan transaksi disebabkan oleh berbagai faktor eksternal yang memengaruhi transaksi lintas negara bernilai besar. Namun, Allied tidak menyebut regulator maupun pemerintah Afrika tertentu sebagai penyebabnya.
Financial Times sebelumnya melaporkan bahwa regulator China menaruh perhatian terhadap valuasi transaksi tersebut serta risiko politik yang terkait dengan aset Allied di Mali. Namun, alasan tersebut tidak dikonfirmasi dalam pengumuman resmi pembatalan transaksi.
Dalam investasi terbarunya, Zijin akan membeli sekitar 12,8 juta saham baru Allied dengan harga C$32,55 per saham.
Allied menyatakan harga tersebut setara dengan rata-rata tertimbang volume perdagangan saham selama 30 hari hingga 27 Juli 2026. Nilai tersebut juga berada di atas harga pasar saham Allied saat investasi diumumkan.
Perusahaan memperkirakan transaksi akan selesai sekitar 10 Agustus 2026 setelah memperoleh persetujuan bursa dan memenuhi persyaratan lainnya.
Proyek Kurmuk di wilayah Benishangul-Gumuz, Ethiopia, ditargetkan mampu memproduksi rata-rata sekitar 290.000 ons emas per tahun selama lima tahun pertama operasional. Target tersebut merupakan proyeksi perusahaan dan belum mencerminkan realisasi produksi.
Secara keseluruhan, Allied menargetkan produksi emas sebesar 485.000 hingga 575.000 ons pada 2026. Perusahaan juga membidik produksi sekitar 800.000 ons pada 2029.
Batalnya akuisisi membuat Allied tetap berstatus sebagai perusahaan publik yang berdiri sendiri dan tidak menjadi anak usaha penuh Zijin.
Meski akuisisi batal, investasi US$295 juta tetap memberi Zijin kepemilikan saham di Allied. Dana tersebut juga memungkinkan Allied mengembangkan bisnis tanpa melepas kendali perusahaan.
Perkembangan ini menjadi sorotan di Mali, yang belakangan memperketat aturan pertambangan di tengah sengketa dengan perusahaan tambang asing.
BI Africa sebelumnya melaporkan bahwa rencana akuisisi tersebut menuai pertanyaan terkait valuasi serta risiko politik atas aset Allied di Mali. Pembatalan transaksi ini memastikan akuisisi penuh tidak akan berlanjut, sementara investasi minoritas menjadi alternatif bagi kedua perusahaan.
Mengutip Reuters, saham Allied yang tercatat di Amerika Serikat turun hampir 15% pada perdagangan prapasar setelah pengumuman tersebut. Penurunan tersebut mencerminkan selisih antara nilai tawaran akuisisi Zijin dan valuasi Allied sebagai perusahaan independen.
Investasi senilai US$295 juta itu menjadikan Zijin sebagai pemegang saham minoritas Allied. Di sisi lain, Allied tetap memperoleh pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnisnya di Afrika. (ARF)