Inflasi menguat, peluang kenaikan suku bunga BOJ terbuka
AKARTA - Laju inflasi di Tokyo kembali meningkat pada Juli 2026, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BOJ) masih berada di jalur untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, meski bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat kebijakan Jumat (31/7).
Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) inti, yang tidak memasukkan harga pangan segar, naik 1,9% secara tahunan pada Juli. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 1,8% yang diperkirakan ekonom dalam survei Bloomberg.
Seperti dikutip Bloomberg, inflasi inti yang mengecualikan harga pangan segar dan energi indikator yang menjadi perhatian utama BOJ untuk mengukur tekanan inflasi mendasar tercatat meningkat 2,0% secara tahunan. Inflasi umum Tokyo juga tumbuh 2,0%, menjadikan data tersebut sebagai indikator awal tren inflasi nasional Jepang.
Kenaikan inflasi didorong melambatnya penurunan tarif listrik dan gas alam serta berlanjutnya kenaikan harga makanan olahan. Di sisi lain, penurunan harga bensin semakin dalam setelah pemerintah memperkuat kebijakan subsidi energi.
Data inflasi yang dirilis beberapa jam sebelum pengumuman hasil rapat kebijakan moneter tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa BOJ masih berpeluang melanjutkan normalisasi suku bunga. Fokus pelaku pasar kini bergeser pada waktu dan kecepatan kenaikan suku bunga berikutnya.
Meski demikian, mayoritas pelaku pasar memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 1%, level tertinggi sejak 1995, setelah bank sentral menaikkannya pada pertemuan sebelumnya.
Di sisi lain, pelemahan yen masih menjadi faktor yang mempertahankan tekanan inflasi melalui kenaikan biaya impor pangan dan energi. Seorang pelaku pasar yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing pada perdagangan New York, Kamis (30/7), untuk memperkuat nilai tukar yen.
Langkah tersebut sempat mendorong yen menguat hingga 3,3% terhadap dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat pagi waktu Tokyo, mata uang Jepang diperdagangkan di kisaran 160,15 yen per dolar AS.(DH)