Harga minyak melonjak, penjualan mobil listrik dunia melesat 35%
PARIS – Penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global melonjak 35% pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong lonjakan harga minyak dan bahan bakar setelah krisis di Timur Tengah mengganggu pasokan minyak mentah.
Dalam laporan Electric Car Markets in a Time of Uncertainty yang dirilis Kamis, International Energy Agency (IEA) menyebut penjualan mobil listrik sempat melemah pada kuartal I-2026 akibat perlambatan permintaan di Amerika Serikat dan China.
Seperti dikutip OILPRICE, namun, penjualan kembali melonjak pada kuartal II seiring krisis energi akibat perang di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga bahan bakar.
"Penjualan mobil listrik meningkat 35% dibandingkan kuartal pertama karena krisis energi yang dipicu perang di Timur Tengah kembali menyoroti volatilitas harga bahan bakar," tulis IEA dalam laporannya.
Penjualan EV pada kuartal II mencapai rekor tertinggi di 50 negara, seiring semakin banyak konsumen beralih ke kendaraan listrik di tengah kenaikan tajam harga BBM.
Di sejumlah pasar otomotif besar seperti Brasil, India, Australia, dan Vietnam, penjualan mobil listrik hampir dua kali lipat pada periode Maret–Juni dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Secara keseluruhan, sekitar 90 negara mencatat pertumbuhan tahunan penjualan kendaraan listrik pada semester I-2026.
Berkat lonjakan pada kuartal II, total penjualan mobil listrik sepanjang semester pertama 2026 hanya sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, karena kenaikan penjualan pada kuartal II hampir sepenuhnya menutup pelemahan pada kuartal I.
IEA kini memperkirakan pangsa mobil listrik akan mencapai 29% dari total penjualan mobil global sepanjang 2026, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 28% yang disampaikan dalam laporan Global EV Outlook 2026 pada Mei lalu.
Dalam proyeksi tersebut, IEA memperkirakan penjualan mobil listrik global akan mencapai 23 juta unit pada 2026, didukung tingginya harga bahan bakar yang mendorong lebih banyak konsumen beralih ke kendaraan listrik.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan penurunan harga baterai dan potensi respons kebijakan pemerintah terhadap krisis energi global diperkirakan akan semakin mempercepat pertumbuhan pasar kendaraan listrik. (DK)