TLKM - PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Rp 2.560

-30 (-1,16%)

JAKARTA – TelkomMetra, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dikabarkan tengah mengkaji penjualan perusahaan modal ventura MDI Ventures, salah satu investor teknologi korporasi terbesar di Indonesia dengan aset kelolaan mencapai US$830 juta.

Mengutip dari CNBC, proses tersebut masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final. TelkomMetra disebut telah menunjuk Jefferies sebagai penasihat transaksi.

Berdasarkan surat yang diterbitkan MDI Ventures dan dilihat CNBC, TelkomMetra tengah mengevaluasi berbagai opsi aksi korporasi strategis untuk MDI Ventures, termasuk kemungkinan penjualan.

Surat yang dikirim kepada setidaknya satu perusahaan portofolio pada awal bulan ini juga meminta masukan para pemangku kepentingan hingga 17 Juli.

Dalam tanggapan melalui surat elektronik kepada CNBC, perwakilan MDI Ventures menyatakan belum dapat memberikan komentar ataupun mengungkapkan informasi terkait proses tersebut. 

Jefferies menolak berkomentar, sementara TelkomMetra belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi CNBC.

Menurut PitchBook, MDI Ventures mengelola aset komitmen sekitar US$830 juta dan menjadi salah satu perusahaan modal ventura korporasi terbesar di Indonesia. 

Dana kelolaannya juga berasal dari investor institusi di Korea Selatan, Singapura, dan Norwegia.

Rencana tersebut muncul ketika industri startup Indonesia masih menghadapi perlambatan pendanaan.

Data Tracxn menunjukkan nilai pendanaan perusahaan teknologi Indonesia turun menjadi US$213 juta pada 2025, merosot 38% dibandingkan tahun sebelumnya dan 85% lebih rendah dibandingkan level pada 2023.

MDI Ventures selama ini dikenal sebagai salah satu investor teknologi milik negara yang paling aktif dengan portofolio lebih dari 80 perusahaan, termasuk enam unicorn seperti Kredivo dan Nium.

Kabar penjualan ini juga muncul setelah dua mantan eksekutif MDI Ventures divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi terkait investasi bersama di startup agritech TaniHub Group yang kemudian bangkrut. 

Perkara tersebut kembali menyoroti penerapan aturan kerugian negara dalam investasi yang dilakukan perusahaan milik negara.

Selain itu, TelkomMetra juga dikabarkan tengah merampingkan portofolio usahanya. 

Sejumlah media lokal sebelumnya melaporkan Danantara Indonesia meminta PT Telkom Indonesia mengurangi sekitar 10 anak usaha dari total lebih dari 60 entitas. 

Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh CNBC, sementara Danantara belum memberikan tanggapan. (DK)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google