BIPI - PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Rp 143

+1 (+1,00%)

JAKARTA - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan laba bersih sebesar US$4,44 juta hingga periode yang berakhir 30 Juni 2026.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, capaian ini berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang masih mencatatkan rugi neto sebesar US$9,90 juta.

Meski demikian, total pendapatan perseroan turun 33,22% menjadi US$96,72 juta dari US$144,83 juta pada semester I 2025.

Pendapatan perseroan masih didominasi oleh segmen penjualan batu bara sebesar US$78,21 juta. Selain itu, pendapatan dari sewa pelabuhan mencapai US$12,10 juta, diikuti layanan CPP & OLC sebesar US$4,55 juta, serta pendapatan lainnya senilai US$1,85 juta.

Perbaikan kinerja hingga kembali membukukan laba didorong oleh efisiensi beban pokok pendapatan yang turun 41,44% menjadi US$76,23 juta dari US$130,17 juta pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini mendorong laba bruto meningkat 39,77% menjadi US$20,49 juta dari US$14,66 juta.

Sejalan dengan itu, laba usaha turut naik 63,99% menjadi US$15,04 juta dari US$9,17 juta pada semester I-2025.

Kinerja perseroan juga ditopang oleh penurunan beban lain-lain neto sebesar 39,98% menjadi US$7,46 juta pada semester I-2026 dari US$12,43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total liabilitas perseroan turun sekitar 6,28% menjadi US$937,23 juta per 30 Juni 2026 dari US$1,00 miliar pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total aset tercatat sebesar US$1,53 miliar, turun sekitar 3,77% dibanding posisi akhir tahun lalu yang mencapai US$1,59 miliar.

Pada perdagangan sesi dua hari ini, Senin (3/8), hingga pukul 15.35 WIB, harga saham BIPI naik tipis 0,70% ke level Rp143 per lembar.

Dalam sebulan terkahir saja, saham BIPI naik 18,18% dan sejak awal 2026 melonjak hingga 55,43%. (DK)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google