IHSG melemah tipis tertekan mayoritas sektor dan profit taking
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,03% atau 1,63 poin ke level 6.234,50 pada perdagangan Senin (3/8), setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi di 6.273,33.
Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp14,38 triliun, melibatkan perdagangan 38,77 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan 2,33 juta kali.
Sebanyak 348 saham mencatat penurunan harga, 292 saham menguat dan 150 lainnya stagnan.
Sementara 8 dari 11 indeks sektoral menghadapi tekanan, dengan pelemahan paling dalam pada sektor teknologi yang mencapai 1,52% dan properti 0,77%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai fluktuasi IHSG pada perdagangan awal pekan ini, diduga akibat profit taking yang dilakukan oleh investor. Hal ini menyusul rilis sejumlah dana ekonomi, seperti PMI Manufacturing Indonesia yang kembali ekspansif, defisit neraca dagang yang melandai, dan perkembangan inflasi.
“Secara teknikal, Stochastic RSI mengalami reversal di area pivot dan histogram MACD masih bertahan di area positif,” jelas analis Phintraco, dengan menekankan potensi rebound tetap terbuka.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks saham cenderung variatif. PCOMP Filipina memimpin dengan penguatan 1,58% dan NIFTY 0,84%. Sedangkan KOSPI ditutup merosot 5,12% dan SET Thailand 0,33%.
Mata uang kawasan juga cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring pelemahan indeks dolar (DXY) yang mencapai 0,08%.
Won Korea memimpin dengan penguatan 0,60% terhadap dolar AS, disusul peso Filipina 0,54%, dan baht Thailand 0,09%. Sedangkan nilai tukar rupiah menguat 0,14% terhadap dolar AS dan bertahan di Rp17.998/US$. (KR)