Raksasa berlian dunia De Beers akan dijual US$1 miliar, mengapa?
LONDON — Raksasa berlian dunia De Beers berpotensi berganti pemilik setelah Anglo American Plc dikabarkan tengah merampungkan negosiasi penjualan 85% sahamnya kepada Global Diamond Consortium (GDC). Nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar, jauh di bawah valuasi De Beers yang sebelumnya pernah melampaui US$18 miliar.
Dikutip dari Africa.BusinessInsider, Anglo American tengah bernegosiasi untuk menjual 85% saham De Beers kepada Global Diamond Consortium (GDC), konsorsium investasi yang dipimpin mantan Chief Executive Officer (CEO) De Beers, Gareth Penny.
Bloomberg melaporkan bahwa proposal tersebut juga melibatkan sejumlah pedagang berlian besar serta pemerintah Namibia dan Angola. Namun, hingga kini kedua negara belum mengonfirmasi keterlibatannya dalam konsorsium tersebut.
Struktur transaksi yang diusulkan mencakup pembayaran tunai sekitar US$750 juta di muka, disusul pembayaran sekitar US$250 juta pada tahap berikutnya.
Selain itu, transaksi juga akan memuat skema earn-out yang dikaitkan dengan kinerja keuangan De Beers di masa depan. Konsorsium juga berencana akan menyuntikkan modal sebesar US$500 juta untuk mendukung operasional perusahaan. Namun, seluruh ketentuan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan dapat berubah.
Alasan De Beers dijual
Keputusan Anglo American untuk melepas De Beers diambil ketika industri berlian mewah menghadapi salah satu periode pelemahan terburuk dalam sejarah modern.
Harga berlian mentah terus merosot akibat kombinasi perlambatan ekonomi global dan perubahan perilaku konsumen.
Salah satu penyebab utama pelemahan pasar adalah pesatnya pertumbuhan berlian sintetis (lab-grown diamonds), yang menawarkan harga jauh lebih murah dibandingkan berlian alami sehingga berhasil merebut pangsa pasar.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh penurunan tajam belanja barang mewah di China, yang selama ini menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi industri berlian.
Upaya Anglo American menjual bisnis berliannya semakin dipercepat setelah perusahaan berhasil menolak tawaran akuisisi senilai sekitar US$50 miliar dari BHP Group pada awal 2024.
Sebagai respons atas tawaran tersebut, Anglo American berkomitmen untuk melakukan perombakan besar terhadap portofolio bisnisnya. Perusahaan berjanji kepada pemegang saham akan melepas sejumlah bisnis noninti, termasuk De Beers, bisnis platinum, serta aset batu bara metalurgi.
Setelah proses penjualan resmi dimulai, Anglo American menetapkan Global Diamond Consortium milik Gareth Penny sebagai calon pembeli pilihan.
Meski demikian, negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Saat dimintai tanggapan terkait laporan negosiasi senilai US$1 miliar tersebut, perwakilan Anglo American maupun konsorsium yang dipimpin Penny menolak memberikan komentar karena pembahasan masih bersifat rahasia.
Bloomberg melaporkan bahwa konsorsium pembeli juga harus mencapai kesepakatan dengan Botswana yang memiliki 15% saham De Beers.
Negara di Afrika tersebut saat ini tengah bersaing dengan Rusia sebagai produsen berlian terbesar di dunia.
Presiden Botswana, Duma Boko, sebelumnya menyatakan bahwa negaranya ingin menjadi pemegang saham mayoritas De Beers. Namun, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pemerintah Botswana kemungkinan akan puas dengan kepemilikan minoritas yang lebih besar.
Valuasi anjlok
Valuasi sekitar US$1 miliar menunjukkan penurunan drastis nilai ekuitas De Beers, perusahaan yang pernah menguasai hampir seluruh perdagangan berlian dunia.
Pada 2001, De Beers memiliki valuasi lebih dari US$18 miliar ketika Anglo American bersama keluarga Oppenheimer menjadikan perusahaan tersebut sebagai perusahaan tertutup.
Satu dekade kemudian, tepatnya pada 2011, Anglo American mengakuisisi sisa 40% saham milik keluarga Oppenheimer dalam transaksi yang menilai De Beers hampir US$13 miliar.
Seiring dengan memburuknya kondisi pasar, Anglo American membukukan tiga kali penurunan nilai aset (impairment) dalam kurun tiga tahun. Hingga Februari, perusahaan memangkas nilai tercatat (carrying value) De Beers di neracanya menjadi US$2,3 miliar.
Jika transaksi senilai US$1 miliar tersebut rampung, penjualan itu akan mengakhiri era kepemilikan Anglo American atas De Beers dengan valuasi yang hanya tersisa sebagian kecil dibandingkan dengan masa kejayaannya. (ARF)