DEWA - PT. Darma Henwa Tbk

Rp 464

+4 (+1,00%)

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masih membuka peluang membawa anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR), melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu opsi pendanaan eksplorasi tambang.

Manajemen DEWA juga sebelumnya pernah mengakui bahwa pengembangan GMR ini akan membutuhkan biaya besar, sehingga Perseroan memandang opsi IPO sebagai sebuah alternatif pendanaan yang menarik.

Ricardo Silaen, CFA, Direktur DEWA, menyebutkan bahwa Perseroan kini telah merampungkan tahap satu dari total tiga tahap eksplorasi, di Tengkereng Atas.

“Berdasarkan hasil temuan eksplorasi tersebut, kami melakukan penilaian KJPP yang menunjukkan nilai Rp 7 triliun untuk valuasi gross-nya,” ujarnya, Kamis (30/7).

Kini, DEWA masih berada dalam tahap kedua eksplorasi (field exploration), yang bertujuan untuk memperkuat konfirmasi cadangan emas yang dikandung di titik tersebut.

DEWA juga tengah mempersiapkan ekspansi titik eksplorasi ke Tengkereng Tenggara untuk mencari potensi cadangan emas lebih besar pada tahap ketiga eksplorasi.

Ricardo menyebutkan bahwa valuasi Rp7 triliun tersebut masih berpotensi berubah, tergantung pada hasil eksplorasi dan pembuktian cadangan tambahan.

“Apabila terdapat peningkatan cadangan, maka valuasi GMR juga berpotensi meningkat,” ujar Ricardo kepada IDNFinancials melalui wawancara tertulis, Jumat (31/7).

Ia menyebutkan bahwa ketiga tahap eksplorasi tersebut, dengan total pengeboran 50.000 meter di beberapa lokasi, akan dirampungkan pada 2027 mendatang.

Setelah tahap eksplorasi selesai, DEWA akan mulai menentukan besaran biaya investasi yang dibutuhkan untuk proyek tambang mineral tersebut.

“Pengembangan infrastruktur, mine development, dan processing plant, akan memasuki tahap berikutnya setelah eksplorasi tahap ketiga selesai dan kebutuhan investasi telah ditetapkan,” tambah Ricardo dalam keterangan tertulisnya.

Saat ini, DEWA masih menguasai 99,75% GMR. Namun, di sisi lain, ia juga membuka peluang untuk menggaet pihak lain untuk membantu mengembangkan GMR.

“Tapi, dengan pertimbangan, tetap sebagai controlling shareholder,” imbuhnya.

Menurut Ricardo, usai GMR mendapat pendanaan yang dibutuhkan, tambang masih akan membutuhkan 18-24 bulan hingga dapat beroperasi. “Secara realistis, mulai operasi komersial di sekitar 2029-2030,” katanya. (ZH)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google