JAKARTA – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 7,45 juta pada semester pertama 2026, meningkat 5,71% secara tahunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tersebut sejalan dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026, yang tetap tumbuh 0,32% menjadi 1,38 juta kunjungan.

“Sedangkan secara tahunannya justru mengalami penurunan sebesar 2,15%,” jelas Ateng, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (3/8).

Adapun menurut paspor yang dipegang, Malaysia menyumbang angka kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak bagi Indonesia pada Juni 2026, dengan total 258,69 ribu kunjungan atau 18,7%.

Berikutnya disusul oleh kunjungan dari wisatawan pemegang paspor Singapura yang mencapai 12,3% dari total kunjungan, serta Australia 12,1%.

Jumlah wisatawan pemegang paspor Malaysia tetap meningkat 9,42% secara tahunan pada Juni, namun turun 13,25% dari bulan sebelumnya.

Sedangkan jumlah wisatawan pemegang paspor Singapura turun 7,53% secara tahunan, namun meningkat 24,26% dari bulan sebelumnya.

“Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$1.285,” kata Ateng.

Namun jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan, lanjut Ateng, mengalami penurunan dibandingkan rata-rata kuartal pertama yang mencapai US$1.345,61 per kunjungan.

Akomodasi menjadi porsi pengeluaran terbanyak bagi wisatawan mancanegara di Indonesia, dengan rata-rata 37,21% terhadap total pengeluaran.

Sementara pengeluaran makanan dan minuman sekitar 19,81%, serta belanja & cendera mata berkisar 11,04% dari total pengeluaran. (KR)

Tambahkan
sebagai sumber pilihan di Google