Kereta gantung China-Rusia ditargetkan rampung akhir 2026
BEIJING — China menargetkan proyek kereta gantung lintas perbatasan pertama dengan Rusia rampung pada akhir 2026. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antara kedua negara.
Dikutip dari Global Times, proyek Heihe-Blagoveshchensk Cross-border Passenger Cableway telah menyelesaikan konstruksi utamanya. Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Komite Pengelola China (Heilongjiang) Pilot Free Trade Zone Area Heihe, Zhang Qijun, dalam acara 2026 Entrepreneurs Sun Island Annual Conference.
Kereta gantung tersebut akan menghubungkan Pulau Daheihe di Kota Heihe, China, dengan kawasan tepi sungai di pusat Kota Blagoveshchensk, Rusia. Pembangunannya telah dimulai pada Juli 2019 dan menjadi salah satu proyek kerja sama lintas perbatasan terbesar antara kedua negara.
Lintasan kereta gantung memiliki panjang sekitar 970 meter. Sistemnya menggunakan teknologi operasional kereta gantung yang diklaim sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.
Kereta gantung tersebut nantinya terdiri atas dua kabin yang masing-masing mampu mengangkut hingga 110 penumpang. Dengan kecepatan maksimum 12 meter per detik, satu perjalanan dapat ditempuh hanya dalam enam hingga delapan menit.
Kapasitas angkutnya mencapai sekitar 2,6 juta penumpang per tahun untuk sekali perjalanan.
Zhang mengatakan Kota Heihe dan Blagoveshchensk hanya dipisahkan oleh sungai dengan jarak sekitar 750 meter. Kedua kota selama ini telah menjalin hubungan yang erat di bidang ekonomi, perdagangan, dan budaya.
Setelah beroperasi, proyek tersebut akan melengkapi dengan jaringan transportasi lintas perbatasan di Heihe yang mencakup jembatan, kapal feri, dan kereta gantung. Nantinya, kehadiran jaringan itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, logistik, dan perdagangan di wilayah perbatasan China dan Rusia.
Di tengah perlambatan ekonomi global, perdagangan kedua negara terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data terbaru dari Administrasi Umum Bea Cukai China, nilai perdagangan bilateral mencapai US$134,18 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut mengalami peningkatan 25,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (ARF)