Dialog He Lifeng-Bessent: Beijing protes tarif baru Trump
BEIJING — China menyampaikan kekhawatiran atas kebijakan pembatasan perdagangan terbaru Amerika Serikat dalam pembicaraan virtual antara Wakil Perdana Menteri He Lifeng dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, Kamis (30/7).
Dikutip dari Reuters, media pemerintah China Xinhua melaporkan bahwa kedua belah pihak menggelar pembahasan yang berlangsung secara terbuka, mendalam, dan konstruktif.
China dan Amerika Serikat juga sepakat memanfaatkan mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan saling percaya, serta memperluas kerja sama.
Meski demikian, Beijing tetap menyampaikan keberatan serius terhadap berbagai pembatasan perdagangan dan kebijakan ekonomi terbaru yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap China.
Pekan lalu, pemerintah AS mengumumkan tarif baru sebesar 10% dan 12,5% terhadap produk dari 60 mitra dagangnya. Kebijakan tersebut diberlakukan atas dugaan lemahnya penegakan larangan penggunaan tenaga kerja paksa. China dikenai tarif sebesar 12,5%.
Pada Selasa (28/7), pemerintahan Presiden Donald Trump juga mengumumkan larangan impor robot dan inverter listrik baru asal China. Kebijakan tersebut mendorong Beijing memperingatkan akan mengambil langkah balasan.
Hubungan dagang China dan Amerika Serikat relatif stabil setelah kedua negara mencapai gencatan perang dagang pada akhir tahun lalu. Kesepakatan tersebut menghentikan saling balas tarif yang sebelumnya berlangsung.
Tahun ini, kedua negara juga sepakat membentuk Board of Trade untuk mengidentifikasi peluang penurunan tarif atas barang senilai sekitar US$30 miliar. Pekan lalu, China menyatakan tengah meminta masukan publik terkait rencana penurunan tarif tersebut. (ARF)